Vladimir Putin Isyaratkan Rebut Ibu Kota Ukraina

Vladimir Putin Isyaratkan Rebut Ibu Kota Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mempertimbangkan soal merebut Kyiv ibu kota Ukraina. Pasukan Rusia gagal merebut kotak Kyiv melalui serangan yang diluncurkan hanya beberapa jam setelah peluncuran invasi pada tanggal 24 Februari Tahun 2022 lalu.

“Pasukan Rusia sudah berada di dekat Kyiv. Haruskah kita kembali ke sana atau tidak. Mengapa saya mengajukan pertanyaan retori seperti itu,” kata Putin kepada 18 responden dan blogger perang Rusia di Kremlin yang tayang di TV pemerintah Rusia.

“Hanya saya yang bisa menjawabnya sendiri,” kata Putin.




Selain itu Vladimir Putin mengatakan mobilisasi lebih lanjut akan tergantung pada apa yang ingin dicapai Rusia dalam perang Ukraina. “Rusia tidak memerlukan darurat militer nasional dan akan terus menanggapi pelanggaran garis merah,” katanya.

“Banyak orang di Amerika Serikat tidak menginginkan perang dunia 3, meski Washington memberi kesan mereka tidak takut akan eskalasi,” lanjutnya dikutip dari routers.

Dalam pertemuan itu Vladimir Putin juga mendapatkan pertanyaan apakah ia akan memobilisasi pasukan untuk menghadapi serangan balasan Ukraina.

“Tidak perlu hari ini,” kata Putin ketika menjawab pertanyaan Alexander Shorokhoff salah satu blogger perang yang hadir saat itu.

Vladimir Putin kemudian menambahkan, kebutuhan mobilisasi akan ditentukan oleh tujuan operasi militernya. “Apakah kita perlu berbaris, jika ya maka kita perlu mobilisasi jika tidak maka tidak,” kata Putin.

“Tidak perlu meluncurkan rancangan kampanye militer baru hari ini,” lanjutnya dikutip dari Routers



Wilayah Ukraina Selatan dan Timur dulunya adalah wilayah Rusia

Vladimir Putin mengatakan, pasukan Rusia telah menikmati aliran sukarelawan dengan jumlah yang stabil. Ia menyebut ada lebih dari 150.000 orang yang telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia sejak Januari tahun 2023. Berbicara tentang tujuan mendasar Rusia di Ukraina,

Presiden itu menegaskan, mereka tetap sama dan kremlin tidak berencana untuk mengubahnya. “Misi diadaptasi berdasarkan perkembangan di medan perang,” tambahnya.

Sebelumnya Putin berulang kali menyatakan wilayah Ukraina Selatan dan Timur yang kini diduduki Rusia dulunya adalah wilayah Rusia. Pada masa
kekaisaran Rusia wilayah itu dijadikan bagian dari Ukraina oleh kaum Bolshevik setelah revolusi Bolshevik pada tahun 1917.



.

Black Adam, Anti Hero yang Doyan Membantai

Tonton Film Black Adam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed